Cerkak

Jumat, 03 Februari 2017

AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA


Oleh: Agatha Risky Ratri, S.Pd

       Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS dilaksanakan setelah pelaksanaan Diklat Prajabatan selama 21 hari. Aktualisasi dilaksanakan kurang lebih 3 minggu. Aktualisasi ini dilaksanakan di SDN Kembangan Utara 11 Petang. Nilai-nilai yang diaktualisasikan yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).

1. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan  metode permainan “Kartu Domino Perkalian”
         Matematika banyak mengandung unsur abstrak yang sulit dicerna oleh siswa SD yang pola berfikirnya masih dalam tahap operasional konkrit. Oleh sebab itu, guru perlu membuat media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Media pembelajaran dapat digunakan untuk membantu siswa memahami materi yang abstrak. Salah satu materi mendasar dalam mata pelajaran adalah perkalian. Belum maksimalnya kemampuan guru  menerapkan metode yang efektif dalam membimbing siswa belajar perkalian  dapat menyebabkan siswa sulit memahami tentang materi perkalian. Oleh sebab itu, diperlukan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa untuk membantu siswa belajar perkalian. Agar siswa lebih mudah memahami perkalian, guru perlu membuat media pembelajaran yang menarik, seperti Kartu Domino Perkalian. 



2. Pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan Student Team Learning
          Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk memfasilitasi siswa memperoleh pengetahuannya. Metode pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa. Metode yang tepat dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih mudah. Belum maksimalnya kemampuan guru menerapkan metode pembelajaran inovatif di kelas pada mata pelajaran IPS dapat menyebabkan siswa merasa bosan dalam belajar sehingga siswa tidak tertarik pada materi pelajaran. Oleh sebab itu, guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang inovatif agar siswa tertarik dengan materi pelajaran dan lebih mudah memahami materi pelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menciptakan suasana yang menarik bagi siswa adalah Student Team Learning. Student Team Learning (STL) adalah metode pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok. Pencapaian tujuan dan kesuksesan kelompok dilakukan dengan cara kerja sama antar anggota kelompok yang efektif. Pada dasarnya metode pembelajaran ini sama dengan model pembelajaran kooperatif yang lain yaitu adanya ide dasar bahwa siswa bekerja sama dan turut bertanggung jawab terhadap pembelajaran siswa lainnya yang merupakan anggota kelompoknya.



 3. Pelaksanaan kegiatan pembiasaan menulis “Buku Harianku” bagi siswa

             Pembiasaan menulis dilaksanakan untuk memotivasi siswa agar menyukai kegiatan menulis. Melalui menulis, siswa dapat menggali kemampuannya untuk mencurahkan gagasan dan ide yang dimilikinya dalam bentuk tulisan. Gagasan dan ide tersebut tidak akan mudah hilang karena sudah tersimpan dalam tulisan. Siswa juga dapat mempelajari tata bahasa yang baik dan benar melalui kegiatan menulis.

        Pada kenyataannya, guru kurang maksimal dalam memberikan motivasi kepada siswa untuk menanamkan pembiasaan menulis. Hal ini dapat menyebabkan siswa tidak tertarik untuk menuliskan gagasan dan idenya. Sebagai solusi atas permasalahan di atas, maka peserta telah berdiskusi dengan mentor untuk melaksanakan kegiatan yang dapat memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan menulis. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan pembiasaan menulis “Buku Harianku”.



4. Pelaksanaan kegiatan mendongeng untuk menanamkan budi pekerti dan nasionalisme
Dongeng dapat digunakan untuk menumbuhkan budi pekerti dan nasionalisme bagi siswa. Guru perlu mengenalkan dongeng nusantara kepada siswa. Siswa perlu mengenal berbagai macam dongeng nusantara untuk melestarikan budaya bangsa. Dongeng merupakan cerita tradisional atau cerita turun temurun dari nenek moyang yang harus kita lestarikan.
         Dewasa ini, upaya guru dalam menanamkan budi pekerti dan nasionalisme kepada siswa belum maksimalnya. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, maka peserta telah berdiskusi dengan mentor untuk melaksanakan kegiatan mendongeng untuk menanamkan budi pekerti dan nasionalisme kepada siswa. Dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika pada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, kesetiakawanan, rendah hati, dan sebagainya. Selain itu, siswa juga dapat meneladani tokoh-tokoh yang  baik di dalam dongeng.


5.   Pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling dengan membuat “Kartu Kuning Kedisiplinanku”
                 Disiplin merupakan perilaku yang muncul dan mampu menyesuaikan diri dengan aturan yang telah ditetapkan. Siswa yang mempunyai sikap disiplin dapat mengarahkan perilaku dan perbuatannya berdasarkan patokan atau batasan tingkah laku tertentu. Pengaturan tingkah laku tersebut bisa diperoleh melalui jalur pendidikan dan pembelajaran. Guru perlu menanamkan sikap disiplin pada siswa agar siswa memiliki tingkah laku yang sesuai dengan aturan.
               Permasalahan yang ditemui yaitu guru mengalami kesulitan dalam menanamkan sikap disiplin siswa terhadap pelaksanaan tata tertib di sekolah. Untuk menanamkan sikap disiplin, guru perlu melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling. Kegiatan bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada individu (siswa) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kedisiplinan siswa adalah dengan melakukan pendisiplinan. Pendisiplinan merupakan usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan.
             Untuk melakukan usaha pendisiplinan siswa, peserta membuat Kartu Kuning Kedisiplinan. Kartu Kuning Kedisiplinan merupakan kartu yang befungsi sebagai alat pencatat aktivitas siswa yang berkaitan dengan pelanggaran kedisiplinan. Siswa  yang melanggar tata tertib akan dicatat pada Kartu Kuning Kedisiplinan dan akan berikan tindak lanjut.  


2.    6.  Pelaksanaan program remedial membaca dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif
Membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Banyak orang yang sukses dan cerdas karena kegemarannya dalam mebaca buku. Kegiatan membaca dapat membuka wawasan siswa terhadap berbagai ilmu pengetahuan. Senang membaca meningkatkan kecerdasan verbal dan lingusitik karena membaca memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata. 
Permasalahan yang dihadapi yaitu guru belum maksimal dalam membimbing siswa kelas tiga SDN Kembangan Utara 11 Petang yang memiliki kesulitan belajar membaca. Membimbing siswa merupakan tugas utama guru. Kegiatan remedial merupakan salah satu cara yang dapat dilakuakn oleh guru agar siswa yang masih mengalami kesulitan, dalam hal ini kesulitan membaca lancar. Solusi yang dilakukan oleh peserta adalah melaksanakan program remedial membaca dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif.



  7.    Pembuatan website sekolah untuk mempublikasikan kegiatan sekolah
         Publikasi kegiatan sekolah diperlukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kegiatan dan informasi sekolah. Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mempublikasikan kegiatan sekolah adalah website sekolah. Permasalahan yang ditemui peserta di SDN Kembangan Utara 11 Petang adalah belum adanya sarana publikasi sekolah. Oleh sebab itu, peserta berinisiatif untuk membuat website sekolah. 
           Dengan alamat http://sdnkembanganutara11.wordpress.com


8.  Pembuatan kotak saran untuk menampung aspirasi, saran, dan kritik murid maupun wali murid 
          Komunikasi yang baik antara sekolah dengan orang tua murid sangat penting untuk dilakukan. Oleh sebab itu, diperlukan sarana untuk melakukan komunikasi guna memperbaiki pelayanan sekolah kepada masyarakat. Peserta melakukan kegiatan Pembuatan kotak saran untuk menampung aspirasi, saran, dan kritik murid maupun wali murid.












Tidak ada komentar: