Cerkak

Kamis, 16 Januari 2020

Petualangan 6 Hari Trip Thailand tanpa Tour Guide part 2


Saya akan melanjutkan cerita trip Thailand Day #1 - #3 yang ada di artikel sebelumnya.
Saya simpan sebagai catatan perjalanan kemana kaki ini pernah melangkah.



#Day 4 (Masih Pattaya)
1) Pattaya Beach
    Pattaya memiliki pantai yang memanjang di sebelah utara kota ini. Saya memilih hotel yang tidak jauh dari Alcazar Cabaret Show dan juga di dekat pantai. Nama Hotelnya A-One Star Hotel. Sehingga pagi harinya, kami bisa jalan kaki menuju ke pantai. Pantainya luas dan bersih. Tidak ada biaya masuk, pantainya terbuka untuk umum.



2) Terminal 21
    Setelah puas main di pantai, kami langsung check out hotel kemudian berjalan kaki menuju mall Terminal 21. Di lantai atas mall terdapat food court yang cukup lengkap dan murah. Harga makanan seperti sup, tom yam ada yang murah sekitar 15rb-30rb. Kayak harga bakso di Indonesia lah yaa.
Setelah makan siang, kami menuju ke terminal Pattaya menuju ke Bangkok naik bus.

#Day 5 (Wisata Sejarah Bangkok)
     Hari ke 5 kami bersiap menuju ke Saphan Taksin tempat naik kapal di Sungai Chao Praya. Dari BTS Rachathewi kami harus transit dulu di BTS Siam pindah jalur menuju ke BTS Saphan Taksin.
Kapal yang digunakan untuk tranportasi ada yang mahal ada yang murah. Kami mencoba kapal yang harganya 60 baht. Ada kapal yang lebih murah cuma 3 baht yang ada bendera kuningnya. ada juga kapal gratis milik resort yang ada di sana.


1) Wat Arun
     Wat Arun merupakan sebuah kuil yang menjadi ikon Bangkok di pinggir Sungai Chao Praya. Harga tiket masuk kuil ini 50 baht. Di pintu keluar ada toko oleh2 khas Thailand.





2) Wat Pho
     Dari Wat Arun menuju Wat Pho menggunakan kapal kecil karna sebenarnya tinggal nyebrang aja. Biaya kapal penyeberangan  sekitar 4 baht. Harga tiket masuk ke Wat Pho 100 baht. Di kuil Wat Pho terdapat patung besar Buddha yang sedang tidur. Di sana kita juga bisa membeli koin untuk dibagikan ke mangkok-mangkok yang dipercaya akan melancarkan rejeki kita.




3) Royal Grand Palace
      Dari Wat Pho menuju Grand Palace jalan kaki selama 15 menit.  Bangunan termegah di Bangkok yang saya kunjungi adalah Grand Palace ini. Tempat ini merupakan istana raja-raja Thailand. Harga tiket masuknya 500 baht. Tempatnya luas dan bikin takjub, megah banget.




4) Khao San Road
   Dari Grand Palace menuju Khao San Road saya sarankan mending naik tuk-tuk. Khao San Road dikenal sebagai tempat berkumpulnya backpaker di Thailand. Penjual makanan, pernak-pernik khas Thailand berderet di sepanjang jalan. Semakin malam semakin ramai. Kami datengnya masih siang jadi masih sepi belum banyak penjual yang buka lapak.


5) Asiatique Riverfront
    Hari menjelang sore, kami menuju ke Asiatique Riverfront. Nah ini, tempat belanja oleh-oleh favorit. Tempatnya bersih dan tertata. Asiatique berada di Sungai Chao Praya juga. Di sana ada berbagai macam kuliner, toko pakaian dan aksesoris, dan juga tempat permainan. Tempatnya luas dan menyenangkan. Setelah puas berkeliling, kami kembali naik kapal yang gratis menuju Saphan Taksin. Kemudian naik Skytrain menuju Rachathewi untuk kembali ke hotel.



6) Thailand Massage
    Badan sudah capek dan kaki sudah gempor berjalan selama beberapa hari, kami mencoba foot thai massage di dekat hotel.

#Day 6 (Pulang)
    Pagi hari waktunya packing dan kembali ke Jakarta dengan penerbangan pukul 13.00. Dari hotel menuju ke bandara Suvarnabumi naik Grab Car. Biaya grab car 500 baht. -Sekian-




Thailand, Bangkok, Pattaya, Trip, Backpaker, Travelling





Senin, 13 Januari 2020

Petualangan 6 Hari Trip Thailand tanpa Tour Guide Part 1

Saya pikir ke Thailand bikin rencana sendiri dan jalan2 tanpa tour guide itu tidak mungkin.
Takut bahasanya susah, transportasinya susah, dll.
Ternyata....... bikin nagih.

#Day 1 (Wisata Belanja dan Kuliner)
Sabtu, 29 Juni 2019
Saya ikut penerbangan dengan Thai Airways dari Jakarta jam 8 atau 9 malam lupa. Sampai di Bandara Suvarnabumi dini hari. Kurang lebih pukul 00. Kereta bandara sudah tidak beroperasi. 
Jadi saya memilih naik taksi untuk menuju ke hotel di daerah Rhatchatewi, kota Bangkok. Biaya taksi ke Hotel 500 baht (1 baht dibuletin Rp 500 ya). Udah langsung dipatok sama supir taksi karna gak pake argo. 

1) Pasar Pratunam.
Kebetulan pasar ini dekat dengan hotel, naik bus cuma satu pemberhentian saja. Untuk tahu nomor busnya lihat google map. Pasar Pratunam ini menjual baju-baju. Banyak juga orang Indonesia yang belanja di sini. Kebanyakan mereka jual lagi di Indo karna murah-murah dan kalau pinter milih ya dapet baju yang bagus. Aduh, laper mata deh kalau di pasar ini kalau perlu bawa koper kalau belanja di sini.



2) Platinum Mall.
Di sebrang pasar Pratunam ada mall Platinum. Di mall Platinum juga murah-murah buat belanja oleh-oleh, baju, sepatu, tas. Gak banyak barang branded di mall ini. Di depan Platinum ada barisan penjual makanan di pinggir jalan. Cocok buat wisata kuliner. Saya beli Mango Sticky Rice di sini. Kembali ke hotel naik bus lagi.



3) Central World mall.
Saya kembali ke hotel dan meletakkan barang belanjaan kemudian sorenya menuju ke Central World, mall terbesar di Thailand katanya. Transportasi yang digunakan naik BTS/ Skytrain dari Stasiun Ratchathewi menuju ke Stasiun Chit Lom kemudian jalan kaki. 
Di mall Central World banyak barang brandednya. Lihat-lihat sepatu Adidas malah made in Indonesia hlo di sini.  Di lantai paling atas adalah surganya kuliner. Banyak jajanan khas Thailand yang dijual. 


#Day 2 ( Wisata Belanja dan Kuliner lagi)
Minggu, 30 Juni 2019
1) Pasar Chatuchak
    Menuju Ke Chatuchak naik BTS turun di Stasiun Mo Chit. Pasar Chatuchak adalah surganya belanja di Thailand. Pasar ini buka tiap weekend, Jumat malam, Sabtu, dan Minggu. Wajib dikunjungi kalau ke Thailand dan kalau bisa bawa gandengan kalau ga bawa gandengan bisa kalap. Hahaha. Murah-murah dan unik2 barangnya. Pasar ini luas banget dan memiliki 11 sektor yang mengelompokkan jenis barang misalnya pakaian dan aksesoris, kerajinan tangan, barang antik dan bekas, makanan dan minuman, dll. Wisata kulinernya macem-macem juga. Saya mencoba beli Coconut Es Krim, cumi-cumi, makan siang juga di salah satu warung makan di Chatuchak.

 


2) Siam Paragon
    Siam Paragon merupakan mall ikonik di Thailand. Menuju ke Siam Paragon naik BTS dari Rhacathewi turun di Stasiun Siam. Saya cuma foto-foto sebentar di depan mall kemudian nyari makan di food court di lantai atas. Saya mencoba untuk membeli Tom Yum asli Thailand dong.


#Day 3 (Pattaya)
Senin, 1 Juli 2019
1) Perjalanan ke Pattaya
    Kami menuju ke Pattaya menggunakan transportasi umum. Dari BTS Rhatcathewi menuju BTS Ekkamai. Di dekat stasiun Ekkamai ada Terminal. Langsung saja membeli tiket mini van menuju ke Pattaya. Harga tiket mini van tidak sampai 200 bath. Perjalanan dari Bangkok ke Pattaya sekitar 2 jam. Ternyata kalau naik mini van kita tidak diturunkan di terminal Pattaya tapi di pinggir jalan di tengah kota. Jadi harus mencari transportasi umum untuk menuju ke tempat wisata di Pattaya. Kami memutuskan untuk memesan Grab Car menuju destinasi pertama yaitu Floating market. Biaya sewa grab car 200 bath. Ternyata supir Grab Car menawarkan kalau sewa mobil seharian 1000 bath nanti di anter kemana-mana sampai malam. Total biaya transpot di Pattaya 1200 bath seharian.
2) Floating Market
    Yang khas di Thailand adalah pasar apungnya. Tiket masuk ke Floating market cukup murah sekitar 200 bath tapi kalau mau naik perahu menyusuri pasar itu bayar lagi sekitar 400rb. Di sana juga dijual beraneka macam sate-satean termasuk sate buaya harganya 50rb satu tusuk.



3) Silverlake Vineyard
    Selanjutnya kami mengunjungi kebun anggur di Silverlake Vineyard. Harga tiket masuknya gratis. Pengunjung bisa menikmati pemandangan sepuasnya dan ada juga bus untuk mengelilingi kebun.



4) Khao Chi Chan Buddha
    Khao Chi Chan adalah gambar Buddha terbesar yang letaknya tidak jauh dari Silverlake Vineyard. Gambar Buddha dipahat di dinding batu menggunakan teknologi laser.


5) Nong Nooch Tropical Garden
    Nongnoch Tropical Garden adalah taman tropis terbesar di Asia Tenggara. Taman ini menjadi tempat favorit saya saat mengunjungi Pattaya. Karena tamannya cantik dan luas banget. Nong Nooch memiliki aneka theme park, ada pertunjukan budaya, dan pertunjukan gajah.
Kami pesan tiket masuknya di traveloka karena bisa lebih murah dari pada beli langsung sekitar 170rb. Kalau beli tiket sekalian pertunjukan biaya sekitar 300rb.




6) Pattaya View Point
Selanjutnya kami menuju ke Patta View Point. Dari sini bisa melihat pemandangan kota Pattaya dari atas.

7) Alcazar Cabaret Show
Belum ke Pattaya kalau belum melihat hiburan malamnya. Kami menonton pertunjukan lady boy di Alcazar Cabaret Show. Harga tiket 220rb, beli tiketnya pakai aplikasi Klook biar bisa dapat lebih murah. Selesai pertunjukkan para artis Lady Boy ada sesi foto2 sekali foto bayar 50rb.



#Day 4, #Day 5, #Day 6 bersambung ke part 2................... terima kasih.











Senin, 15 Oktober 2018

Jalan-jalan ke Bromo-Malang



Day #1
Saya berangkat ke Malang minggu pertama bulan Juli 2018. Dari Jakarta naik kereta Ekonomi Jayabaya. Perjalanan yang dibutuhkan kurleb 14 jam. Dua kali lipatnya ke Jogja. Tapi karena kereta malam jadi gak berasa, tiba-tiba udah pagi dan sampai di stasiun Malang jam 3 pagi. 
1.  Bakso Presiden
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Bakso Presiden. Kami mengunjungi bakso presiden yang di pusatnya, di dekat tempat makan ada rel kereta api yang sewaktu-waktu keretanya lewat.



2. Jatim Park 3
Kami menuju ke destinasi selanjutnya yaitu Jatim Park 3. Jatim Park 3 terdiri dari Dino Park, semacam museum Dinosaurus ala2 Jurasic Park dan The Legend Star. Kami masuk ke Dino Park dengan harga tiket sekitar 100rb pada saat weekend. Di dalam Dino Park terdapat replika Dinosaurus yang bergerak-gerak dan ada suaranya sehingga nampak nyata. Di dalam ada semacam kereta yang akan membawa kita menuju ke lima zaman.



3. Museum Angkut
Setelah puas mengelilingi Dino Park, kami menuju ke Museum Angkut. Museum angkut menyajikan berbagai wahana dengan tema transportasi. Harga tiket pada saat weekend 100rb (Pesan lewat Traveloka biasanya dapet diskon).
Sangat puas mengunjungi museum angkut karena arenanya sangat luas dan ada bernagai spot foto yang menarik, seperti koleksi mobil-mobil tua dari masa lalu yang unik, zona sunda kelapa dan batavia, zona uni eropa, zona gangster dan broadway, hollywood, las vegas, pasar apung, dan sebagainya. Sepertinya membutuhkan waktu satu hari full kalau ingin benar-benar menikmati semua zona di Museum Angkut. Di jam-jam tertentu juga ada parade petugas-petugas transportasi beserta kendaraan yang menarik di zona gangster. Pasar apung merupakan tempat kuliner dan oleh-oleh yang enak dinikmati pada sore hari.




Day #2
1. Spot Sunrise Bromo
Kami menginap di daerah Gubug Klakah di kaki gunung Bromo. Di daerah itu banyak homestay di rumah warga. Dini hari sekitar jam 1 kami sudah mulai bersiap-siap untuk naik ke gunung bromo. Kami dijemput oleh pemandu wisata yang sudah siap dengan mobil Jeep. Kami naik ke gunung, suasana masih gelap dan dingin. Disarankan untuk memakai baju hangat, jaket, topi gunung, syal, dan sarung tangan karena suhunya mencapai 70 C. Sekitar pukul 3 pagi, kami sampai di bawah spot untuk melihat sunrise. Kami harus berjalan kaki sekitar 400 m. Di sana juga banyak penyewaan kuda bagi yang tidak kuat naik gunung, Harga sewa kuda waktu itu 250rb, agak mahal dan sulit untuk ditawar lagi. Saya mencoba untuk jalan kaki. Di tengah perjalanan, saya merasa sudah lelah. Kemudian, ada yang menawarkan sewa kuda 50rb sampai ke atas. Sekitar pukul 4, kami sudah sampai di spot untuk melihat sunrise.



2. Area Wisata Kawah Bromo
Kami melanjutkan perjalanan ke area wisata Bromo. Di sana terdapat pendakian apabila ingin melihat kawah Gunung Bromo. Jarak dari tempat parkir Jeep ke Kawah Bromo sekitar 2 km. Tapi kami tidak mengunjungi kawah Bromo, hanya foto-foto saja di bawah Gunung Bromo. Kami juga makan di salah satu tenda di area tersebut. Makanannya recomended lahh.




3. Pasir Berbisik
Rencananya kami akan mengunjungi Pasir Bisik, tapi karena cuaca saat itu sedang berangin kencang dan pasir2 banyak beterbangan, akhirnya kami berhenti di spot foto yang dirasa bagus untuk mberfoto-foto mengabadikan pemandangan Gunung Bromo dan mobil Jeep.


4. Agro Wisata Apel
Belum ke Malang kalau belum memetik apel. Ya kann... Kami mengunjungi salah satu tempat untuk memetik buah apel. Kami bisa memetik apel sebanyak apapun, kemudian ditimbang lalu bayar. Harga apel per kilo waktu itu 8rb. Sambil memetik kami juga bisa sambil makan apel sepuasnya. Ternyata cara memetik apel itu cukup diputar searah sampai terlepas dari tangkainya.


5. Masjid Tiban Malang
Sore harinya, kami masih ingin menikmati kota Malang. Kami mengunjungi masjid Tiban. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik, bernuansa Timur Tengah. Kenapa diberi nama Masjid Tiban? Katanya Masjid ini dibangun oleh Jin, secara tiba2 langsung ada... Wah, jadi spooky kan kalau masuk ke Masjidnya. Saya aja ke Toilet berasa spooky, rutenya belok2 trus disudut ruangan nan sepi gitu....

Malam harinya, kami menikmatti kuliner di dekat Stasiun Malang. 


Day #3
1. Pusat oleh-oleh kaos dan makanan.
Kami mengunjungi pusat oleh-oleh yang menjual kaos dengan bahasa terbalik. Yaitu di Goedang Oleh-oleh. terletak di Jl. Simpang Tenaga Utara, Purwantoro, Blimbingan, Kota Malang. 

2. Bakso Kota Malang dan Rumah Warna-warni
Hari terakhir di Malang, setelah sarapan dan check out di homestay, kami menuju ke Kota Malang. Kami mencicipi Bakso Kota Malang yang letaknya tidak jauh dari stasiu Malang. Selanjutnya masih ada waktu untuk mengunjungi Rumah Warna-warni yang terkenal di kota Malang. Masuk ke kawasan Rumah Warna-warni hanya 3rb sudah mendapat souvenir gantungan kunci.


3.  Malang Strudel
Tempat terakhir yang dikunjungi adalah Outlet Malang Strudel. Kue strudel berupa pastry yang isinya berbagai macam buah seperti nanas, strawberry, pisang, apel, dan mix fruit. Yang reccomended katanya rasa pisang-coklat. Dan benar enakkk....



Sampai jumpa lagi, Malang...




#wisatabromo #wisatamalang #bromo #malang #jawatimur #jalan-jalanmalang #museumangkut #jatimpark

Kamis, 18 Mei 2017

One Day Trip Cirebon

Pilihan tempat liburan yang agak jauh dari Jakarta salah satunya ke Cirebon. Perjalanan naik kereta membutuhkan waktu 3 jam. Long weekend akhir April 2017 kemarin saya mencoba untuk mengeksplore Cirebon. Tempat-tempat wisata di Cirebon relatif berdekatan jadi satu hari saja cukup. Dengan cara menyewa kendaraan di Cirebon, kita bisa berkeliling Cirebon sepuasnya seharian. Harga sewa motor seharian Rp 75.000. Soalnya kalau naik kendaraan umum gak mudeng, naik taksi boros diongkos. Kalau mau sewa motor di waktu weekend harus pesen jauh-jauh hari biar gak kehabisan stok motornya. Setidaknya seminggu sebelum jadwal yang dipilih. Tempat wisata yang bisa dikunjungi selama sehari di Cirebon yaitu:

1. Nasi Jamblang Ibu Nur
    Sebelum keliling Cirebon, enaknya sarapan dulu nih di nasi jamblang. Warung nasi jamblang yang dekat dengan Stasiun Cirebon Prujakan adalah Nasi Jamblang Ibu Nur. Warung ini buka sekitar pukul 06.30 pagi. Rasa masakannya enak2, rasanya pengen nyobain semua. Saya memilih-milih sayur dan lauk yang ingin saya coba. Harga porsi yang saya pilih harganya 30rban sudah saya es teh. Di depan warung nasi jamblang juga ada warung empal genthong yang pemiliknya sama.


2. Taman Sari Goa Sunyaragi
    Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah Goa Sunyaragi. Bukanya pukul 08.00. Saat kami ke sana masih sepi. Masih enak buat cari spot foto. Harga tiket masuk Rp 10.000. Goa Sunyaragi memiliki mitos yang bertolak belakang. Ada goa yang bisa bikin enteng jodoh dan sebaliknya. Goa Padhang Ati katanya bisa bikin enteng jodoh. Ada juga Goa Peteng yang katanya bikin sulit dapet jodoh. Di Goa Petheng ada patung Perawan Sunthi. Kalau tidak sengaja memegang patung ini, harus memohon jodoh di Goa Padhang Ati dan masuk trowongan yang ada di sana. Siapa pun yang masuk ke Goa Padhang Ati akan enteng jodoh (Syukurlah, saya sudah masuk trowonganya... hahaha)



3. Keraton Kasepuhan Cirebon
    Sekitar pukul 10.00 kami melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Perjalanan dari Goa Sunyaragi ke Keraton Kasepuhan membutuhkan waktu sekitar 10 menit menggunakan Google Maps, mudah dicarinya. Harga tiket masuk ke Keraton Kasepuhan Rp 20.000. Di dalam keraton kita bisa melihat peninggalan sejarah keraton. Keraton Karsepuhan dulunya merupakan kerajaan islam di Cirebon. Pertama-tama kita memasuki Halaman Pertama keraton, di dalamnya terdapat komplek Siti Inggil yang berfungsi sebagai tempat duduk raja saat menyaksikan kesenian di alun-alun. Kemudian kami masuk ke Halaman Kedua yang terdapat Langgar Agung. Halaman Ketiga terdapat Taman Bunderan Dewandaru, Museum benda kuno, Museum Kereta, Tunggul Manunggal, Lunjuk, Sri Manganti, Bangunan Induk Keraton.


4. Taman Ade Irma Suryani
    Taman Ade Irma Suryani merupakan wahana rekreasi dan taman bermain di Cirebon. Harga tiket masuknya Rp 30.000. Kalau ingin sekalian berenang di waterpark tambah lagi bayar Rp 35.000. Taman ini berada di dekat pantai sehingga bisa menikmati suasana Pantainya sekaligus. Ada cottage menarik yang bisa digunakan untuk menginap dan bersantai harganya sekitar 1,5 jtan per malam. Di sini juga bisa untuk wisata kuliner karena ada restoran yang bentuk bangunannya seperti kapal, restoran Chengho. 


5. Pantai Kejawanan
    Sekitar pukul 15.00, kami menuju ke lokasi selanjutnya tak jauh dari Taman Ade Irma yaitu Pantai Kejawanan. Tidak ada tiket untuk masuk ke Pantai, pengunjung hanya dikenakan biaya perkir, motor Rp 3.000. Katanya di pantai ini bisa melihat sunset. Karena masih siang, kami bersantai dulu di warung pinggir pantai sambil memesan es kepala. Pantainya dangkal, rasanya pengen ikutan nyebur. Di sana banyak yang menawarkan kapal2 kecil (lebih tepatnya pelampung) kalau ingin menuju ke pantai yang agak tengah yang kedalamannya juga dangkal. Spot untuk melihat sunset adalah di daerah pantai yang ada batu-batu menjorok ke laut. Di sana banyak yang memancing ikan. Sayang sekali, waktu saya ke sana mataharinya ketutup awan. Gak bisa liat sunsetnya...


Lima tempat  tersebut bisa dikunjungi dalam waktu sehari, jadi bisa lah liburan ke Cirebon kalau weekend. Kalau mau menginap juga banyak hotel yang terjangkau di deket stasiun. Happy holidey... ^_^